Famili 01

Achariaceae

Bagian awal halaman Famili difokuskan pada Achariaceae. Untuk tahap ini dimasukkan dua spesies Hydnocarpus beserta foto lapangan dan ruang narasi karakteristik yang dapat diisi bertahap.

Ringkasan famili

Achariaceae

Famili ini sementara memuat dua entri spesies dari koleksi foto TNGL. Narasi morfologi, habitat, persebaran, dan catatan identifikasi disiapkan sebagai area kosong agar dapat dilengkapi dari sumber data berikutnya.

Jumlah spesies
2 entri
Genus
Hydnocarpus
Status halaman
Draft narasi

Achariaceae

Hydnocarpus anomala (Merr.) Sleumer

Galeri foto lapangan untuk membantu identifikasi visual awal. Bagian karakteristik sengaja disisakan sebagai ruang narasi.

Karakteristik Hydnocarpus anomala

Pohon dengan tinggi 45-50 m dan diameter batang hingga 85 cm. Sebelumnya hanya tercatat di pulau Kalimantan. Dikenal dengan bahasa lokal kayu setumpul. Habitatnya sering dijumpai di hutan dataran rendah Taman Nasional Gunung Leuser pada ketinggian 100 mdpl, seperti pada punggungan bukit dan lokasi lembah. Distribusi pohon ini mencakup Asia Tenggara tetapi perjumpaan lebih banyak ditemukan di pulau Kalimantan. Dalam pemulihan ekosistem jenis ini merupakan jenis yang bertipe slow growing species. Perbanyakan pohon ini bisa didapat dari buah yang disemai setelah masak, biasanya akan berkecambah setelah 2 minggu di rumah kecambah. Buah pohon ini bertipe keras dengan banyak biji yang tidak beraturan, buahnya merupakan salah satu pakan satwa terutama Orangutan. Berdasarkan pengamatan fenologi pohon, pohon ini berbuah sepanjang tahun terutama pada bulan Mei hingga Agustus.

Achariaceae

Hydnocarpus castanea Hook.f. & Thomson

Galeri foto menampilkan buah, daun, dan percabangan sebagai bahan awal penyusunan karakteristik spesies.

Karakteristik Hydnocarpus castanea

Pohon dengan tinggi 15-20 m dan diameter batang berukuran 60 cm. Dikenal dengan bahasa lokal kayu buntut. Sering dijumpai di hutan dataran rendah Taman Nasional Gunung Leuser pada ketinggian 120 mdpl. Habitatnya banyak ditemukan di pinggir sungai dan punggungan bukit. Distribusi pohon ini mencakup Sumatera, Malaysia, Thailand. Dalam pemulihan ekosistem jenis ini merupakan jenis yang bertipe slow growing species. Perbanyakan tanamannya bisa didapat dari biji yang terdapat di dalam buah yang disemai setelah buah masak, biasanya akan berkecambah setelah 2 minggu di rumah kecambah. Rumah kecambah diusahakan selalu teduh. Buah pohon ini bertipe keras dengan banyak biji yang tidak beraturan. Buah pohon ini merupakan salah satu pakan satwa terutama Orangutan. Berdasarkan pengamatan fenologi pohon, pohon ini berbuah pada bulan Mei hingga Agustus.